Tarombo Batak
BerandaMargaCari Silsilah
Marga/Pidoli

Marga Pidoli

Batak AngkolaBatak Mandailing
Mandailing Godang
Lihat Anggota MargaTambahkan Silsilah AndaBagikan
Sub-Etnis

Batak Angkola, Batak Mandailing

Asal Daerah

Mandailing Godang

Sejarah & Informasi Marga Pidoli

✦ Dibuat dengan SibatakJalanJalan AIKonten dihasilkan secara otomatis dari sumber Wikipedia. Mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.

Marga Nasution, dengan aksara Batak ᯉᯚᯮᯖᯪᯀᯬᯉ᯲, merupakan salah satu marga besar dan terkemuka dalam masyarakat Batak Mandailing dan Batak Angkola. Berasal dari kawasan Mandailing Godang, Sumatera Utara, marga ini telah menorehkan jejak panjang dalam sejarah, kebudayaan, dan perkembangan sosial masyarakat Batak, serta bangsa Indonesia secara luas. Keberadaan marga Nasution tidak hanya sekadar penanda identitas kekerabatan, tetapi juga cerminan kekayaan tradisi, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun.

Nama "Nasution" sendiri mengandung makna yang mendalam, mencerminkan karakter dan sejarah leluhurnya. Marga ini dikenal memiliki beragam kisah asal-usul yang menambah kekayaan narasi budaya Batak, menunjukkan interaksi dan adaptasi dengan berbagai pengaruh sepanjang sejarah. Dari pahlawan nasional, ekonom terkemuka, hingga seniman dan budayawan, individu bermarga Nasution telah berkontribusi di berbagai bidang, menjadikannya salah satu marga yang paling dikenal di Indonesia.

Informasi Marga Nasution

  • Aksara Batak: ᯉᯚᯮᯖᯪᯀᯬᯉ᯲ (Surat Batak Mandailing)
  • Nama marga: Nasution
  • Nama/penulisan alternatif: Nasoetion (ejaan lama), NST
  • Julukan/nama panggilan:
    • Bayo Suti (laki-laki)
    • Boru Suti (perempuan)
  • Nama lengkap tokoh leluhur: Sibaroar Nan Saktion (Nasution)
  • Nama istri leluhur:
    • Boru Pulungan
    • Boru Hasibuan
  • Kerabat marga: Lubis
  • Turunan (cabang marga): Borotan, Dolok, Jior, Lantat, Maga, Panyabungan, Pidoli, Tambangan, Tonga
  • Matani ari binsar: Pulungan, Hasibuan
  • Suku: Batak
  • Etnis: Batak Mandailing, Batak Angkola
  • Daerah asal: Mandailing Godang

Etimologi Nama "Nasution"

Nama marga "Nasution" memiliki akar etimologi yang kaya dan historis, yang erat kaitannya dengan kisah leluhur mereka. Istilah ini berasal dari frasa Na-sakti-on atau Na-sati-on. Dalam bahasa Batak Mandailing, kata sati berarti "luar biasa" atau "sakti". Julukan ini konon diberikan kepada leluhur utama marga Nasution, yaitu Sibaroar Nan Saktion, yang dikenal karena kesaktian dan kemampuannya lolos dari berbagai ancaman pembunuhan yang mengintainya.

Kisah ini tidak hanya menjelaskan asal-usul nama, tetapi juga menanamkan identitas keberanian dan ketangguhan pada marga Nasution. Selain itu, terdapat variasi singkat dari nama ini, yaitu "Suti", yang digunakan dalam sapaan sehari-hari. Sebagai contoh, perempuan bermarga Nasution sering dipanggil Boru Suti, sementara laki-laki disebut Bayo Suti. Penyingkatan ini menunjukkan keakraban dan pengakuan terhadap identitas marga dalam komunitas Mandailing dan Angkola.

Asal-usul dan Sejarah Marga Nasution

Asal-usul marga Nasution diselimuti oleh beragam kisah dan versi yang diturunkan melalui tradisi lisan (tarombo) maupun catatan sejarah. Keragaman ini mencerminkan perjalanan panjang dan adaptasi marga Nasution di berbagai wilayah.

Kisah Leluhur dari Baghdad

Salah satu tradisi lisan yang populer menyebutkan Sutan Mahmud dari Baghdad sebagai leluhur awal marga Nasution di Mandailing. Menurut kisah ini, beliau adalah keturunan Harunurrasyid, khalifah dari Kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad, Irak. Kisah ini mungkin menunjukkan adanya hubungan historis atau mitologis dengan dunia Islam yang masuk ke Nusantara, atau bisa juga merupakan bentuk legitimasi sosial dan spiritual.

Sibaroar Nan Saktion dan Kerajaan Panyabungan

Versi lain yang lebih dominan dalam narasi lokal Mandailing menunjuk Sibaroar Nan Saktion sebagai leluhur utama. Konon, Sibaroar adalah seorang anak yang ditemukan oleh Sutan Pulungan saat berburu. Setelah dewasa, ia mendirikan kerajaan di Panyabungan Tonga-tonga dan diangkat menjadi raja dengan gelar Sutan Diaru Nasaktion. Dari kata nan sakti on inilah nama Nasution dipercaya berasal. Keturunan Sibaroar Nan Sakti inilah yang kemudian membentuk dan menyebarkan marga Nasution di Mandailing Godang. Sibaroar menikah dengan Rumondang Bulan boru Hasibuan, putri Sutan Batara Guru Hasibuan, dan dari perkawinan ini lahirlah Tuan Moksa, yang kemudian berputra Tuan Natoras. Selanjutnya, Tuan Natoras memiliki putra Baginda Tobing Na Injang dan Baginda Mangaraja Enda. Kedua tokoh ini diyakini menyebarkan seluruh marga Nasution yang dikenal sebagai Nasution Jambu. Baginda Mangaraja Enda sendiri memiliki putra legendaris, Raja Hutasiantar Soetan Kumala Yang Dipertuan.

Keturunan Raja Pagaruyung dan Kesultanan Kota Pinang

Sumber lain menghubungkan Nasution dengan Sultan Alamsyah Siput Aladin, Raja Pagaruyung pada abad ke-17. Konon, salah satu putranya, Batara Payung Tuanku Raja Nan Sakti, merantau ke daerah Mandailing dan keturunannya bermarga Nasution. Sementara itu, saudaranya, Batara Gurga Pinayungan Tuanku Raja Nan Sakti, pendiri Kesultanan Kota Pinang, keturunannya juga disebut suku Nasution.

Migrasi dari Toba

Ada pula versi yang menyatakan bahwa Nasution berasal dari keturunan Ompu Somba Debata, yaitu Sisorik, putra dari Raja Juara Monang. Sisorik disebut-sebut berpindah dari daerah Toba menuju selatan hingga tiba di Mandailing, dan di sanalah ia kemudian menggunakan marga Nasution. Kisah ini menunjukkan adanya pergerakan penduduk dan pertalian antarmarga Batak dari berbagai sub-etnis.

Nasution di Rokan Hulu dan Integrasi Marga Lain

Beberapa marga Nasution di Rokan Hulu, Riau, diyakini sebagai keturunan Sutan Parampuan, seorang permaisuri dari Kerajaan Padang Garugur. Setelah kekalahan Kerajaan Padang Garugur dalam perang melawan Raja Hutasiantar Yang Dipertuan, keturunan Sutan Parampuan hijrah ke Rokan dan membentuk komunitas yang dikenal sebagai Negeri Na Pitu Huta. Integrasi juga terjadi dengan marga lain, seperti marga Borotan. Disebutkan bahwa Raja Mananti atau Mananti Raja dari marga Borotan menyerahkan kekuasaan kepada Sutan Kumala Sang Yang Dipertuan. Atas dasar kesepakatan, pihak keluarga Borotan menjadi bagian dari marga Nasution, dikenal sebagai Nasution Borotan.

Nasution dari Sontang dan Perjalanan Raja Gumanti Porang

Marga Nasution juga dikisahkan berasal dari Kerajaan Sontang, Sumatera Barat. Pada abad ke-17, Raja Gumanti Porang dari Pidoli (Panyabungan) melakukan perjalanan ke Rao untuk menghindari konflik dengan saudaranya, Raja Huta Siantar Yang Dipertuan. Bersama pengikutnya seperti Rajo Gunung Maleha, Raja Burinting Bosi, dan Raja Siputar, mereka mencari tempat tinggal baru di Rao. Keturunan mereka inilah yang kemudian menjadi marga Nasution, yang terbagi menjadi tiga kategori:

[Bagian ini dari sumber asli tidak memiliki detail kategori. Dalam konteks artikel, akan ditekankan bahwa ada kemungkinan pengelompokan internal berdasarkan asal usul sub-leluhur atau daerah]

Silsilah dan Keturunan Marga Nasution

Silsilah marga Nasution berpusat pada tokoh legendaris Sibaroar Nan Saktion. Dari pernikahannya dengan Rumondang Bulan boru Hasibuan, lahir Tuan Moksa. Kemudian, Tuan Moksa berputra Tuan Natoras, yang melahirkan dua tokoh penyebar marga Nasution, yaitu Baginda Tobing Na Injang dan Baginda Mangaraja Enda. Keduanya dikenal sebagai pembentuk Nasution Jambu, menunjukkan suatu cabang atau kelompok besar dalam marga ini. Baginda Mangaraja Enda memiliki putra bernama Raja Hutasiantar Soetan Kumala Yang Dipertuan, yang juga merupakan tokoh penting dalam sejarah Mandailing.

Selain itu, marga Nasution juga memiliki beragam turunan atau cabang yang tersebar di berbagai wilayah, masing-masing dengan karakteristik dan sejarah lokalnya sendiri. Turunan-turunan ini mencakup:

  • Borotan
  • Dolok
  • Jior
  • Lantat
  • Maga
  • Panyabungan
  • Pidoli
  • Tambangan
  • Tonga

Cabang-cabang ini sering kali merujuk pada asal-usul geografis atau kelompok kekerabatan tertentu yang berkembang dari leluhur yang sama, memperkaya struktur silsilah marga Nasution.

Tradisi dan Adat Marga Nasution dalam Konteks Mandailing-Angkola

Sebagai bagian integral dari masyarakat Batak Mandailing dan Angkola, marga Nasution sangat terikat dengan adat istiadat dan tradisi yang kaya. Salah satu aspek penting yang disoroti dalam informasi marga adalah Matani ari binsar, yaitu Pulungan dan Hasibuan. Dalam adat Batak, matani ari binsar secara harfiah berarti "matahari terbit" dan secara kultural merujuk pada marga-marga yang memiliki ikatan kekerabatan melalui perkawinan secara turun-temurun, khususnya sebagai pemberi istri (boru) atau penerima menantu (hela).

Marga Pulungan dan Hasibuan disebut sebagai matani ari binsar bagi Nasution karena leluhur Nasution, Sibaroar Nan Saktion, memiliki istri dari marga Boru Pulungan (yang menemukan Sibaroar) dan Boru Hasibuan (Rumondang Bulan boru Hasibuan). Ikatan ini sangat penting karena menunjukkan hubungan kekerabatan yang kuat dan saling menghormati dalam struktur Dalihan Na Tolu (tiga tungku) adat Batak, yang meliputi mora (pihak pemberi istri), kahanggi (kerabat semarga), dan anak boru (pihak penerima istri). Pulungan dan Hasibuan berada dalam posisi mora bagi Nasution, yang berarti mereka adalah pihak yang harus dihormati dan dimintai restu, serta menjadi sumber berkat.

Tradisi adat dalam marga Nasution juga tercermin dalam berbagai upacara adat seperti pesta perkawinan (horja godang), upacara kematian (mamampe goar), hingga ritual penobatan pemimpin adat. Bahasa Mandailing menjadi bahasa pengantar utama dalam upacara-upacara ini, di mana nilai-nilai kekeluargaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap leluhur senantiasa ditekankan. Kekhasan marga Nasution dalam adat Mandailing-Angkola juga tercermin dalam peran-peran spesifik yang diemban dalam musyawarah adat atau dalam sistem pemerintahan tradisional (hara-hara ni raja).

Penyebaran dan Populasi Marga Nasution

Marga Nasution memiliki penyebaran geografis yang luas, tidak hanya terbatas di Mandailing Godang sebagai daerah asal. Sebagai salah satu marga terbesar di Batak Mandailing dan Angkola, populasi Nasution tersebar di seluruh Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan Kota Padangsidimpuan. Kisah-kisah asal-usul yang beragam, termasuk migrasi dari Toba, kehadiran di Rokan Hulu (Riau), dan asal-usul dari Sontang (Sumatera Barat) dan Rao, menunjukkan dinamika penyebaran marga ini dari masa ke masa.

Selain itu, seperti halnya marga Batak lainnya, banyak anggota marga Nasution yang merantau ke berbagai kota besar di Indonesia, seperti Medan, Jakarta, Bandung, dan Surabaya, bahkan hingga ke luar negeri. Di perantauan, mereka tetap menjaga identitas marga dan adat istiadat, seringkali membentuk ikatan kekerabatan melalui organisasi punguan marga (perkumpulan semarga) untuk saling membantu dan melestarikan budaya Batak.

Populasi marga Nasution yang besar dan tersebar luas ini menjadikannya marga yang sangat berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan sosial, ekonomi, dan politik di daerah asalnya maupun di tingkat nasional.

Tokoh-Tokoh Terkenal Marga Nasution

Marga Nasution telah melahirkan banyak individu terkemuka yang berkontribusi signifikan di berbagai bidang kehidupan. Berikut adalah beberapa tokoh terkenal yang bermarga Nasution:

  • Abdul Harris Nasution - Jenderal, Pahlawan Nasional Republik Indonesia
  • Abdullah Abbas Nasution - Ulama
  • Ade Irma Suryani Nasution - Putri Jenderal A. H. Nasution, korban G30S/PKI
  • Ade Safrina Nasution - Jurnalis & Pembawa Berita
  • Adnan Buyung Nasution - Pengacara kondang dan aktivis hukum
  • Aida Zulaika Nasution - Politisi
  • Akhyar Nasution - Wali Kota Medan
  • Al Amin Nur Nasution - Politisi
  • Amarullah Nasution - Tokoh Pendidikan Sumatera Utara
  • Andi Hakim Nasution - Guru besar dan rektor Institut Pertanian Bogor (IPB)
  • Anneth Delliecia Nasution - Penyanyi
  • Anwar Nasution - Pakar Ekonomi Indonesia, mantan Gubernur Bank Indonesia
  • Arswendi Nasution - Aktor
  • Azmyn Yusri Nasution - Perwira Tinggi TNI-AD
  • Bella Shofie Nasution - Aktris, Model, Penyanyi
  • Bob Rusli Efendi Nasution - Jaksa
  • Bobby Nasution - Wali Kota Medan, menantu Presiden Joko Widodo
  • Dahlan Hasan Nasution - Bupati Mandailing Natal
  • Dara Nasution - Politikus
  • Darmin Nasution - Menko Bidang Perekonomian Indonesia, mantan Gubernur Bank Indonesia
  • Debby Nasution - Musisi, Composer, Pencipta Lagu
  • Diana Nasution - Penyanyi legendaris
  • Edy Nasution - Wakil Gubernur Riau
  • Elfira Rosa Nasution - Atlet renang
  • Elsa Manora Nasution - Atlet renang
  • Enda Nasution - Tokoh Blog Indonesia
  • Gauri Nasution - Musisi
  • Gele Harun Nasution - Hakim, Pengacara, Politikus
  • Harun Mustafa Nasution - Politisi
  • Harun Nasution - Tokoh Pendidikan Indonesia, cendekiawan Muslim
  • Husin Nasution - Ulama
  • Ida Nasution - Penulis
  • Irsan Efendi Nasution - Wali Kota Padangsidimpuan
  • Jafar Sukhairi Nasution - Bupati Mandailing Natal
  • Jenahara Nasution - Perancang busana
  • Kaharuddin Nasution - Gubernur Sumatera Utara & Riau
  • Keenan Nasution - Musisi
  • Loemongga Nasution - Model, Presenter
  • M. Hariadi Nasution - Musisi
  • Mahruzar Nasution - Atlet Sepak bola
  • Maneger Nasution - Akademisi
  • Marida Nasution - Seniman
  • Marissa Nasution - Aktris, Model
  • Muhammad Nurdin Nasution - Bupati Tapanuli Selatan
  • Muslimin Nasution - Menteri Kehutanan Indonesia
  • Musthafa Husein al-Mandili Nasution - Ulama
  • Nazaruddin Nasution - Duta besar Indonesia
  • Noviantika Nasution - Politikus
  • Nursjamsu Nasution - Penulis
  • Fitra Ismu Kusumo - Pengacara
  • Prisia Nasution - Aktris, Model
  • Raditya Dika - Komedian, Penulis, Sutradara (nama lengkap: Dika Angkasaputra Moerwani Nasution)
  • Radja Mursinal Nasution - Pelatih renang
  • Radja Nasution - Aktor, Model
  • Radjamin Nasution (Sutan Kumala Pontas) - Gubernur Sumatera Utara
  • Rahmat Nasution Hamka - Politisi
  • Rita Nasution - Penyanyi
  • Rusli Nasution - Perwira Tinggi Polri
  • Saifuddin Nasution Ismail - Menteri Malaysia
  • Saud Usman Nasution - Perwira Tinggi Polri
  • Sholeh Mahmoed Nasution (Ustad Solmed) - Penceramah, Aktor
  • Sorie Enda Nasution - Atlet Lifter
  • Sutan Mohammad Amin Nasution - Gubernur Sumatera Utara
  • Syafril Nasution - Profesional, Politikus
  • Willem Iskander - Tokoh Pendidikan (nama lahir: Sutan Pangurabaan Nasution)
  • Yulie Nasution - Pelukis
  • Yunan Nasution - Politikus
  • Zainal Sabaruddin Nasution - Pejuang kemerdekaan Indonesia
  • Zoraya Perucha Nasution - Atlet renang
  • Rahmat Saleh - Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat

Daftar ini hanyalah sebagian kecil dari individu-individu berprestasi yang berasal dari marga Nasution, menunjukkan kekayaan talenta dan kontribusi yang mereka berikan kepada masyarakat dan negara.

Hubungan Kekerabatan Marga

Marga Seketurunan

Marga-marga yang berasal dari leluhur yang sama dengan Pidoli

Lubis

Turunan / Pecahan Marga

Sub-marga yang merupakan turunan dari Pidoli

BorotanDolokJiorLantatMagaPanyabunganPidoliTambanganTonga
Anggota Terdaftar
Lihat semua

Belum ada anggota terdaftar untuk marga ini.

Bagikan halaman ini

* TikTok & Instagram: link disalin ke clipboard — tempel di caption atau bio Anda.

Komentar

Pohon silsilah marga Pidoli akan segera tersedia.

Jadilah yang pertama menambahkan silsilah!

Mulai Sekarang
Tarombo Batak

Platform silsilah dan komunitas Batak. Jaga warisan leluhur, sambungkan generasi.

Jelajahi

  • Daftar Marga
  • Cari Silsilah
  • Glosarium Batak
  • Hall of Fame
  • Daftar Akun

Marga Populer

  • Sitompul
  • Sinaga
  • Nasution
  • Ginting
  • Saragih

Informasi

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

© 2026 Tarombo Batak. Hak cipta dilindungi.

Dibuat dengan ❤ untuk komunitas Batak di seluruh dunia.

v1.9.04